Jumat (29/11) The Gunner resmi memecat Unai Emery dari jabatannya sebagai pelatih Arsenal.

Pemecatan Emery ini memang bisa dikatakan mengejutkan, namun pihak klub tidak bisa berdiam terlalu lama. Selaku pelatih Interim, Freddie Ljungberg mendorong skuatnya untuk bekerja lebih keras lagi.

Pemecatan Unai Emery dipercaya akibat dari sejumlah masalah yang dialami Arsenal yang tak kunjung terselesaikan. Perkembangan Arsenal dibawah komando Unai sangat lamnbat. Bisa dikatakan sang manajer gagal mengangkat performa tim.

Ljungberg pun pada akhirnya di tunjuk sebagai pelatih Interim, sementara pimpinan ARsenal saat ini sedang mencari kadidat pelatih permanen yang tepat.

Emery sendiri di pecat disaat kondisi klub berada dalam titik terendahnya musim ini, tanpa kemenangan dalam tujuh pertandingan terkahir diemua kompetisi. Fans Arsenal jelas kecewa, dan mulai marah.

Kekecewaan fans inilah yang mendorong klub untuk memecat Emery. Sudah lebih dari satu kali publik Emirates Stadium mencemooh para pemain di kandang mereka sendiri, Emery dianggap membuat kekeliruan.

Kini sebagai pelatih Interim, Ljungberg meminta fans dan tim menyatu. Dia memang belum bicara sepenuhnya hanya menggunakan media sosial Twitter.

"Entah berapa lama saya menangani Arsenal, saya akan memberikan segalanya untuk menorehkan senyuman itu lagi. Kami akan menjalani pekan sibuk dan tim membutuhkan dukungan anda. Mari bekerja."

Meski hanya berstatus sebagai pelatih interim, Ljungberg tidak bisa pandang sebelah mata. Bagaimana pun ia sudah cukup berpengalaman sebagai pelatih tim junior, dan juga bekerja langusung dibawah Unai Emery.

Kabarnya, Ljungberg justru dipercaya pemain-pemain muda Arsenal. Dia terlibat langsung pada perkembangan pemain seperti Joe Willock, Reiss Nelson dan kawan-kawan.

Oleh karena itu bisa jadi ARsenal perlu mencari pelatih baru terlalu jauh. Apabila Ljungberg terbukti ampuh membangkitkan tim, mungkin dia akan diangkat menjadi pelatih permanen.