Dibulan Desember mendatang Liverpool akan menjalani jadwal super sibuk. Liverpool akan bermain di Premier League, Carabao Cup, Piala Dunia Antarklub.

Liverpool sendiri akan memainkan dua tim yang berbeda agar bisa menyiasati jadwal di babak perempat final Carabao Cup, dan di babak semifinal Piala Dunia Atarklub.

Sebelumnya, Liverpool lolos ke babak perempat final Carabao Cup setelah menyingkirkan The Gunners di putaran keempat. Di babak delapan besar ini, Liverpool akan bertamu ke markas Aston Villa.

Namun lolosnya Liverpool ini membuatnya kebingungan karena sebelumnya mereka lebih dahulu sudah dipastikan akan berpartisipasi di Piala Dunia Atarklub dengan status juara Liga Champions.

Beberapa idepun sempat muncul untuk menyiasati permasalah ini, mulai dari menunda laga, hingga mundurnya Liverpool dari ajang Carabao Cup.

Namun saat ini sudah resmi bahwa Liverpool menyatakan bahwa mereka akan melanjutkan kedua pertandingan tersebut diantaranya melawan Aston Villa 17 Desember 2019, dan 18 Desember 2019 di Piala Dunia Antarklub.

Dengan demikian , laga ini digelar hanya satu hari sebelum Liverpool dijadwalkan tampil di partai semifinal Piala Dunia Antarklub yang akan dilangsungkan di Doha stadium, Qatar.

Sebagai konsekuensinya, The Reds kini memberikan konfirmasi mereka akan memainkan dua tim yang berbeda dalam dua laga tersebut. Kemungkinan besar tim lapis kedua plus pemain junior di laga versus Aston Villa dan menurunkan tim utama di Qatar.

Melalui pernyataan dilaman resmi mereka, Liverpool mengakui bahwa solusi ini sejatinya tidak mereka inginkan. Namun dengan pertimbangan segala sesuatunya, mau tidak mau keputusan ini harus mereka sepakati.

"Klub ingin menggunakan kesempatan ini untuk menggarisbawahi bahwa meski ini bukan skenario yang ideal, tapi ini merupakan hasil yang dicapai dengan mempetimbangkan kepentingan kompetisi, klub-klub lain dan kami sndiri sebagai satu-satunya faktor pendorong."

"Kami berterima kasih kepada EFL atas usaha mereka untuk mengakomodasi kami dan kami bisa memastikan bahwa tanggal alternatif sudah dibicarakan, tapi rupanya tidak ada satu pun yang cocok tanpa mengorbankan penjadwalan kompetisi ini atau membuat staf di tim kami merasakan ketegangan."