Awal sempurna Inter Milan dalam menjalani laga di Serie A harus terhenti ketika berhadapan dengan Juventus akhir pekan kemarin.

Inter Milan di tumbangkan Juventus dengan skor 1-2. Berkat kekalahan tersebut pasukan Antonio Conte saat ini harus turun ke peringkat ke-2 klasmen sementara Serie A.

Inter Milan harus kebobolan cepat di menit ke-4, ketika assist dari Miralem Pjanic dituntaskan oleh Paulo Dybala. Inter sempat menyamakan kedudukan melalui Lautaro Martinez di menit ke-18. Namun Juventus yang mengandalkan duet Rodrigo Bentacur dan Gonzalo Higuain dapat memberikan petaka. Bentacur memberikan operan yang dapat diselesaikan dengan sangat baik oleh Higuain.

Inter Milan juga harus menerima kenyataan bahwa mereka telah di kalahkan 2 kali sejauh ini. Yang pertama mereka di habisi Barcelona di Liga Champions, dan yang kedua saat berhadapan Juventus di Serie A.

Dalam dua laga itu, terlihat satu kelemahan di lini belakang Inter Milan. Inter kurang agresif saat bertahan. Hal ini diakui oleh bek Milan, Skriniar.

Menurut Skriniar, Inter kurang agresif saat bertahan di sekitar area kotak pinalti. Itu membuat lawan cukup leluasa menusuk ke wilayah berbahaya.

Dari sisi serangan, Inter Milah bisa dikatakan lumayan. Namun sayang cara mereka bertahan masih perlu i tingkatkan.

"Ini minggu yang bercampur aduk, karena kami sejatinya tidak bermain buruk di Barcelona, juga saat berhadapan dengan Juventus." ujar Skriniar.

"Kami menguasai bola dan menciptakan peluang-peluang, tapi tidak mampu mencetak banyak gol."

"Juventus adalah tim kuat, kita semua tahu itu. Masih banyak yang perlu kami perbaiki, dan itulah keindahannya, karena kami terus belajar dan berkembang."

Para bek Inter Milan perlu lebih agresif mempertahankan wilayah pinalti mereka. Dengan demikian, penyerang-penyerang lawan tidak mudah mendapatkan ruang gerak. Jumlah ancaman ke gawang pun bisa di tekan.

"Saya rasa kami perlu lebih agresif saat bertahan di sekitar area pinalti, karena Barcelona sangat berbahaya juga dengan operan-operan mereka. Kami perlu lebih menempel para penyerang," pungkas Skriniar.

Inter telah memainkan sembilan pertandingan di semua kompeitsi bersama Conte. Sejak mantan arsitek Juventus itu dianggat sebagai pelatih di bulan Mei 2019, hasilnya Inter meraih enam kemenangan, sekali imbang, dan dua kali kalah, mencetak 16 gol dan kebobolan 7.

"Juventus mendapatkan gol-gol. Mereka benar-benar menunjukkan artileri yang mereka miliki di lini serang, juga pengalamannya untuk mengendailan pertandingan seperti ini."

"Saya tidak akan komplain kepada para pemain, karena mereka sudah memberikan segalanya. Namun seperti yang sudah pernah saya bilang, jalan kami masih panjang untuk bisa menyamai level mereka dalam hal pengalaman dan pengendalian pertandingan."

"Kami masih harus berkembang, dan itu tidak bisa dihinrakan, karena ini baru awal dari perjalanan," ujar Conte.