Kamis (28/11) Liverpool hanya bisa bermain imbang saat berhadapan dengan Napoli di babak penyisihan Grup E.

Bahkan di markas mereka sendiri, Liverpool sempat tertinggal terlebih dahulu 1 gol di babak pertama melalui aksi dari Dries Mertens tepat di menit ke-21.

Sedangkan gol balasan Liverpool dicatatkan oleh Dejan Lovren di menit ke-65. Hasil tersebut tetap membuat Liverpool berada di puncak klasmen dengan raihan 10 poin. Sedangkan Napoli berada di peringkat ke-2 dengan total raihan 9 poin.

Meski demikian Liverpool masih belum bisa memastikan diri untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Liverpool hanya unggul satu poin dari peringkat kedua, Napoli dan terpaut 3 angka dari RB Salzburg yang ada di peringkat ketiga.

Tiga tim tersebut masih berpeluang lolos jika mampu meraih poin penuh pada laga pamungkas. Liverpool sejatinya bisa menjadi klub pertama di Grup E yang lolos ke babak 16 besar.

Sayang, The Reds gagal meraih poin penuh saat menjamu Napoli. Ada beberapa alasan Liverpool gagal mendulang tiga poin.

Menjamu Napoli di Anfield, Liverpool harus menarik keluar Fabinho di menit ke-14 karena dilanda cedera pergelangan kaki. Gelandang berkebangsaan Brasil tersebut bertabrakan dengan pemain Hirving Lozano.

Alhasil, Fabinho harus digantikkan Wijnaldum beberapa menit kemudian. Namun masuknya Wijnaldum tidak memberikan dampak signifikan terhadap permainan The Reds.

Bahkan beberapa saat setelah Wijnaldum masuk Liverpool harus kebobolan melalui Dries Merten di menit ke-21. Beruntung pasukan Jurgen Klopp itu mampu menyamakan kedudukan.

Dalam skuat Liverpool, Fabinho memiliki peran vital untuk menjalankan taktik dari Jurgen Klopp. Fabinho bisa dikatakan merupakan motor permainan yang memulai serangan dari belakang dengan umpan-umpannya.

Demi bermain maksimalm saat menghadapai Napoli, Mohamed Salah sengaja di istirahatkan saat pertandingan akhir pekan lalu di Premier League.

Saat menghadapi Crystal Palace, Jurgen Klopp mengandalkan Alex-Oxlade Chamberlain, Roberto Firmino, dan Sadio Mane untuk mengisi sektor serangan.

Kemudian Salah kembali bermain bersama Firmino dan Mane saat menghadapi Napoli, ketiga pemain tersebut tidak bermain seperti biasanya.

Salah beberapa kali mendapat peluang mencetak gol, tapi tidak ada satupun yang menghasilkan gol. Tendangannya sering melebar ataupun digagalkan oleh penjaga gawang Alex Maret.

Sementara Firmino dan Mane tidak tampil mengesankan. Kolaborasi Ketiga pemain tersbeut tidak seperti biasanya. Seperti diketahui Firmino dan Mane tidak tampil mengesankan seperti biasanya. Seperti yang kita ketahui Salah, Firmino dan Mane merupakan satu diantara trio penyerang yang menyeramkan sejak musim kemarin.

Beruntung dalam laga melawan Napoli, Dejan Lovren berhasil mencetak gol yang menjadikan membawa Liverpool imbang atas Napoli berkat golnya.

Napoli sendiri datang ke Anfield dengan misi besar, karena menghadapi Liverpool dikandang tentunya bukan merupakan hal yang mudah dilakukan.

Diawal pertandingan, Napoli banyak mendapatkan tekanan dari tim tuan rumah. akan tetapi, Napoli berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-21 melalui Dries Mertens.

Gol tersebut tentunya membuat Liverpool tersendak dengan terus melancarkan serangan kelini pertahanan Napooli. Namun dua bek Napoli Kalidou Koulibaly dan Kostas Manolas, bermain sigap dengan menghalau setiap serangan yang datang.

Dalam pertandingan tersebut, Kalidou Koulibaly mencatatkan 34 kali sentuhan. 19 operan dengan tingkat akurasi 74 persen. Tidak hanya itu, Kalidou Koulibaly juga sukses memenangkan tiga kali duel udara dan dua kali tekel. Sementara Manolas menorehkan 36 kali sentuhan, 14 operan dengan akurasi umpan 79 persen.